Wiki

Wiki

MediaMU.COM

Apr 18, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Penjelasan tentang Arti Kata Gaul "Lahung"

Kamu pasti sering banget mendengar atau melihat kata Lahung, baik itu di dunia nyata maupun dunia maya seperi facebook, twitter, instagram atau aplikasi berbasis chat lainnya sepeti BBM, Line dll.

Namun apakah kamu mengetahui definisi sebenarnya tentang kata Lahung yang sebenarnya supaya kamu paham dalam membaca kalimat yang mengandung kata tersebut.

Berikut ini adalah penjelasan dan arti kata Lahung berdasarkan survei serta penjelasan dari pengguna internet :

1. Lahung

Lahung artinya lonthe., itu berasal dari bahasa daerah, tepatnya dari kal-teng
Adi berkata : cewe” kampung sebelah itu kerja dimana ya
anto sinis : oh.. dia itu lahung, kemaren baru main ama aku..he hehe

Seperti itu penjelasan definisi sebenarnya dari kata Lahung. Kami harap definisi ini dapat membantu anda dalam membaca kalimat yang mengandung kata Lahung. Sekian terima kasih.

Pembaca sekalian, karena muatan kalimat ini yang cenderung negatif, kami sarankan kepada pembaca mediamu.com untuk tidak menggunakan kalimat ini dalam kesehariannya. Mengatahuinya saja sudah cukup.

Ingat bahwasanya Allah Swt. mengingatkan manusia agar senantiasa berkata yang baik dalam hidup ini. Firman Allah Swt. dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 70-71:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar.”

Juga Rasulullah Saw. pernah mengingatkan pada umatnya untuk selalu berkata baik, atau lebih baik diam. Sabda Rasulullah Saw.

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليسمت

Artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Hadits Riwayat Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no. 47).

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here